SEJARAH

SEJARAH SMK TAMAN KARYA MADYA TEKNIK KEBUMEN

SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen merupakan sekolah yang berada dibawah Yayasan Perguruan Tamansiswa Cabang Kebumen yang bernaung dibawah Yayasan Persatuan Tamansiswa Yogyakarta. Perguruan Tamansiswa Kebumen didirikan pada tanggal  1  Januari  1950 oleh tokoh masyarakat dan alumni  siswa  Taman Guru Tamansiswa Yogyakarta, yaitu : Ki Margono ; Ki Suwono ; Ki Soeyoed,  Ki  Marto Widjosono. Pada awal berdiri bertempat di Jl. Klenteng Kebumen sekarang Jl. Pramuka Kebumen.

Ketua Perguruan dijabat oleh Ki Margono, yang  merangkap sebagai Ketua Bagian Taman Dewasa, Yang waktu itu merupakan Bagian/sekolah yang dibuka pertama kali di perguruan Tamansiswa Kebumen. Pada tahun 1951 karena satu dan lain hal maka Perguruan Tamansiswa Selang bergabung dengan Perguruan Tamansiswa Kebumen dan gedung perguruan pindah ke Jl. Merdeka 31  Kebumen  (sekarang Jl. Mayjen Sutoyo  Kebumen ), yaitu sebelah timur Gereja Katolik Kebumen; dan Ketua Perguruan dijabat oleh Ki Soewono, yang sekaligus juga menjabat sebagai Ketua Bagian Taman Dewasa Kebumen.

Pada tahun 1951 itu juga ( tepatnya tanggal  18 Juni  1951 ) Perguruan Tamansiswa Kebumen mampu membeli sebidang tanah beserta bangunan gedung diatasnya,  milik  Raden Ayu  Adipati Arung Binang (isteri Raden Adipati Arung Binang ) di Jl. Merdeka  No. 35  yang kemudian menjadi  Jl. Merdeka  No. 41 Kebumen  (sekarang Jl. Mayjen. Sutoyo No.9 Kebumen ), yaitu sebelah barat Gereja Katolik Kebumen;  seluas   2240 m2, seharga  Rp. 12.000,- (duabelas ribu rupiah). Kemudian Perguruan Tamansiswa Kebumen menempati  gedung tersebut di Jl. Merdeka 41 Kebumen (sekarang Jl. Mayjen. Sutoyo  No. 9  Kebumen). Karena pada tahun 1952 Ki Soewono pindah ke Perguruan Tamansiswa Banjar negara, maka Ketua Perguruan dan Ketua Bagian Taman Dewasa diserahkan kepada Ki Marto Widjosono pada tahun 1953 sampai dengan tahun 1965.

Pada saat kepemimpinan Ki Marto Widjosono, Perguruan Tamansiswa Kebumen juga membuka Bagian Taman Indria (Taman Kanak-Kanak Tamansiswa) yang diasuh oleh Ni Suprapti , berlangsung sampai dengan kira-kira tahun 1965/1966 . Pada tahun 1958 membuka Bagian Taman Madya (SMA Tamansiswa), namun ternyata perkembangannya kurang begitu menggembirakan, dan berakhir pada tahun 1964. Jadi hanya tinggal Taman Dewasa dengan 3 kelas yaitu kelas I , II , III tiap kelas tidak lebih dari 25 siswa.

Pada tahun 1965 Ki Marto Widjosono meninggal dunia , maka jabatan Ketua Perguruan Tamansiswa Kebumen dipegang oleh Ki   S.W. Hartono sampai dengan tahun 1967. Karena Ki  S.W. Hartono sambil merangkap mengajar di Tamansiswa Gombong; maka boleh dikatakan yang mengelola Perguruan Tamansiswa  Kebumen dan Bagian Taman Dewasa  Kebumen  adalah  Ki Soerodjo. Karena situasi  kondisi yang ada pada waktu itu tidak menentu, maka perguruan Tamansiswa Kebumen mengalami kemunduran dan pada tahun 1967 – 1968 Bagian Taman Dewasa Kebumen hanya tinggal mempunyai satu kelas dengan jumlah siswa yang amat kecil ,  kurang lebih 10 siswa. Diperparah dengan atap gedung runtuh.

Pada tahun 1967 ada usaha dan pemikiran dari beberapa tokoh masyarakat dan tokoh politik di Kebumen (antara lain : Ki H. Sunarmo , Ki Martal Hadi , Ki Soedarman , Ki Suhardi HP , Ki S. Imam HP , Ki Mustakim) untuk membangkitkan lagi  Perguruan Tamansiswa Kebumen.Mereka lalu mengajak  Sekolah Tehnik (ST) PANCASILA Kebumen pimpinan Ki Mustakim, yang waktu itu belum/tidak mempunyai gedung sekolah sendiri, masih numpang di Sekolah Tehnik (ST) Negeri IV Kebumen  (sekarang SMP Negri  V  Kebumen) untuk menggunakan gedung Perguruan Tamansiswa Kebumen.

Pada tanggal 1 Januari 1968 secara resmi nama ST PANCASILA  Kebumen  diubah menjadi TAMAN KARYA DEWASA TEHNIK kebumen (ST Tamansiswa Kebumen) dengan dua Jurusan yaitu : Bangunan Gedung dan Listrik. Dengan jumlah kelas sebanyak  6 kelas untuk kelas I , II , III. Pada tanggal 1 Januari 1968 itu pula dibuka TAMAN KARYA MADYA TEHNIK KEBUMEN  (STM Tamansiswa) dengan satu jurusan yaitu : Bangunan Gedung dan menerima satu kelas. Mulai  1 Januari 1968 Ketua Perguruan Tamansiswa Kebumen , Ketua Bagian Taman Karya Dewasa Tehnik Kebumen dan Taman Karya Madya Tehnik Kebumen di pegang oleh Ki Soedarman. Medio Oktober  1970 , karena sesuatu hal, maka pamong-pamong Tamansiswa Kebumen menginginkan pergantian Ketua Perguruan Tamansiswa Kebumen.

Pada Desember  1970 atas persetujuan Pembimbing Daerah Jateng/DIY dan persetujuan  Majelis  Luhur  Persatuan Tamansiswa, maka para pamong mengadakan rapat di Gedung Perguruan Tamansiswa Kebumen, Yang Keputusannya bahwa  Ketua Perguruan Tamansiswa Kebumen, Ketua Bagian Taman Karya Dewasa Tehnik , Ketua Taman Karya Madya Tehnik  dipegang oleh Pembimbing Daerah Jateng/DIY yaitu Ki  Soeprapto Yang berkedudukan di Yogyakarta.  Sedangkan  Pelaksana Harian untuk Ketua Perguruan dan Ketua Bagian Taman Karya Madya Tehnik  dipercayakan kepada  Ki Soerodjo , sedangkan untuk Taman Karya Dewasa Tehnik  ( ST Tamansiswa ) dipercayakan kepada Ki  Slamet  Wiyono.

Pada tanggal, 1 Januari 1971, SMK Taman Karya Madya Teknik membuka jurusan baru yaitu Jurusan : LISTRIK dan mendapatkan siswa sebanyak 3 (tiga) kelas. Pada  1 Januari  1973  Jabatan Ketua Perguruan Tamansiswa Kebumen dan Ketua Bagian Taman Karya Madya Tehnik diserahterimakan dari Ki Soeprapto kepada Ki Soerodjo;  sedangkan Jabatan Ketua Taman Karya Dewasa Tehnik diserahterimakan dari Ki Soeprapto  kepada  Ki  Slamet  Wiyono. Karena tahun 1976 ada Peraturan Pemerintah yang mengatakan bahwa Sekolah Kejuruan tingkat  Sekolah Lanjutan Pertama ( SLTP ) harus dihapus / ditiadakan, maka Perguruan Tamansiswa Kebumen mensikapinya dengan membuka lagi Bagian Taman Dewasa.   Sehingga pada waktu tahun ajaran Baru 1 Januari  1977 Taman Karya Dewasa Tehnik  Kebumen tidak menerima siswa Baru ; Yang menerima siswa Baru adalah Taman Dewasa Kebumen.  Yang menjadi Ketua  Bagian Taman Dewasa adalah Ki Slamet Wiyono , merangkap sebagai Ketua Bagian  Taman  Karya  Dewasa  Tehnik  Kebumen.

Pada tahun 1978/1979 Perguruan Tamansiswa  membeli tanah sawah di Jl. Cincin kota sebelah timur jalan  Kurang lebih  80 ubin (kira-kira  1120 m2), namun kemudian ditukar guling dengan tanah di jalan Cincin kota No. 18 Kebumen .  Pembelian tanah ini untuk mempersiapkan perkembangan Perguruan Tamansiswa kedepan, karena dirasakan lokasi di Jl.Mayjen Sutoyo 9 Kebumen  sudah sangat padat. Tahun 1999 tanah di Cincin kota mulai dibangun pada bagian timur selatan, dibangun  dua lantai untuk  8 ruang praktek , dan tahun 2000 mulai digunakan untuk proses belajar mengajar.

Pada tahun 2001 dilakukan serah terima Ketua Bagian Taman Karya Madya Tehnik, dari Ki Soerodjo kepada  Ki  H. Sumarsono , S.Pd.  Jadi Ki Soerodjo  hanya menjabat sebagai  Ketua  Perguruan  Tamansiswa  Kebumen. Pada Kepemimpinan Ki  H. Sumarsono, S.Pd  dilakukan perluasan lahan dan penambahan ruang teori maupun ruang praktek di Jl. Cincin Kota 18 Kebumen, sehingga  mayoritas  ruang kelas dan ruang  praktek  SMK Taman Karya Madya  Tehnik yang di Jl. Mayjen. Sutoyo No. 9 Kebumen dipindah ke Jl. Cincin Kota  No. 18  Kebumen. Ini merupakan pengembangan sayap Perguruan Tamansiswa  Kebumen. Total Luas lahan di Jl.Cincin kota No. 18 sekitar  20955 m2.

Sesudah era reformasi maka kedua Jurusan tersebut terus mengalami penurunan jumlah siswa,  maka pada Tahun Pelajaran 2001/2002 SMK Taman Karya Madya Teknik membuka Jurusan baru yaitu Teknik Mesin dengan Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif. Setelah Perguruan Tamansiswa Cabang Kebumen menyediakan lokasi baru di Jl. Cincin Kota No. 18 Karangsari Kebumen, ternyata Jurusan baru ini  menyedot animo masyarakat yang cukup besar. Pada awal pembukaannya tahun 2001 target siswa baru yang semula diharapkan hanya 3 kelas, ternyata memperoleh 7 kelas. Kemudian pada tahun-tahun berikutnya Program Keahlian Teknik Mekanik Otomotif ini makin besar, kepercayaan masyarakat bertambah, sehingga ruang yang ada tidak mencukupi. Berkat kepercayaan masyarakat terutama orang tua siswa maka secara swadaya ruang-ruang kelas baru dapat dibuat, peralatan-peralatan dapat dibeli dan dilengkapi sehingga mulai tahun 2004/2005 semua siswa dapat masuk pagi.

Pada Tahun Pelajaran 2006/2007 SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen dapat menerima siswa baru sebanyak 20 kelas yang merupakan pencapaian terbesar dengan perincian 2 (dua) kelas Teknik Instalasi Listrik dan 18 (delapan belas) kelas Teknik Mekanik Otomotif . Namun sayangnya siswa yang ingin masuk Jurusan Teknik Perkayuan dibawah 10 orang kemudian kelas I (satu) Teknik Perkayuan di SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen tidak diselenggarakan sehingga keseluruhan kelas yang ada menjadi 53 kelas yang kesemuanya masuk pagi dengan jumlah siswa diatas 2000 anak.

Untuk lebih menambah tingkat kepercayaan masyarakat, pada Tahun Pelajaran 2009/2010 SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen mengajukan ijin untuk membuka jurusan baru yaitu :

Bidang Studi Keahlian             : Teknologi Informasi dan Komunikasi

Program Studi Keahlian         : Teknik Komputer dan Informatika

Kompetensi Keahlian             : Multimedia

Diharapkan pada Tahun Pelajaran 2010/2011 Program Studi Keahlian tersebut sudah dapat menerima peserta didik baru.

Setelah mendapat izin dari Dinas Dikpora Kabupaten Kebumen dengat syarat jika tidak ada peminatnya maka izinnya akan dicabut. Pada Tahun Pelajaran 2010/2011 menerima pendaftaran peserta didik baru untuk Kompetensi Keahlian Multi Media, ternyata Kompetensi Keahlian baru tersebut  memperoleh 2 (dua) kelas @ 42 anak. Tentunya ini sangat menggembirakan karena respon masyarakat terhadap Kompetensi Keahlian Baru tersebut tetap tinggi, sayangnya untuk peminat Kompetensi Keahlian  Teknik Instalasi Tenaga Listrik mengalami penurunan sehingga jumlah kelas seluruhnya 60 kelas dengan jumlah siswa 2198 anak.

Dengan semakin tingginya tingkat kepercayaan masyarakat pada Tahun Pelajaran 2011/2012 jumlah pendaftar mencapai 1150 calon peserta didik baru, tetapi dengan adanya Peraturan Pemerintah tentang jumlah maksimal rombongan belajar tiap tingkatnya 13 rombel pada Tahun Pelajaran tersebut SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen mampu menerima 19 rombel padahal pada Tahun Pelajaran sebelumnya mampu menerima 22 rombel. Demi memenuhi keinginan masyarakat dan mengikuti Peraturan Pemerintah dengan sangat terpaksa pihak sekolah menolak hampir 250 calon peserta didik baru dengan hanya menerima 19 rombel dengan jumlah peserta didik baru mencapai 889.

Sebagai salah satu sekolah yang menjadi favorit di Kabupaten Kebumen ini, sekolah berusaha untuk menjadi lebih kompeten dan memiliki tingkat kepuasan pelayanan yang standar agar kepercayaan masyarakat tidak berubah maka sekolah terus berusaha dengan keras. Adapun pencapaian sekolah yang dapat diraih pada Tahun Pelajaran 2012/2013 yaitu Kompetensi Keahlian Teknik Konstruksi Batu Beton dapat Terakreditasi C dan standar pelayanan sekolah mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008 dari PT. TUV Rheinland sebagai bukti kelayakan sekolah dalam memberikan pelayanan.  Disamping itu juga untuk menampung animo masyarakat sekolah berusaha menambah jurusan baru pada Tahun Pelajaran 2014/2015 yaitu :

Bidang Studi Keahlian             : Seni, Kerajinan dan Pariwisata

Program Studi Keahlian         : Seni Pertunjukan

Kompetensi Keahlian             : Seni Musik Non Klasik

Kompetensi ini diharapkan sebagai jawaban masyarakat kebumen yang menyukai dan menggeluti dunia musik untuk dapat menyalurkan hobinya dibidang formal supaya mampu menciptakan musisi-musisi handal dari Kabupaten Kebumen.

Sebagai salah satu SMK Swasta di Kabupaten Kebumen, SMK Taman Karya Madya Teknik Kebumen terus berusaha memberikan andilnya kepada alumni dari Peserta Didik SMP sederajat yang ingin melanjutkan ke jenjang SMK, membuka lagi jurusan baru agar mereka dapat tertampung minatnya sehingga mereka akan tetap belajar dengan baik.

Adapun jurusan yang di buka pada Tahun Pelajaran 2015/2016 yaitu :

Bidang Studi Keahlian             : Teknologi dan Rekayasa

Program Studi Keahlian         : Teknik Mesin

Kompetensi Keahlian             : Teknik Pengelasan